Jumat, 04 September 2020

Tempat Gadai BPKB Mobil, Pilih Bank Atau Pegadaian?


Indonesia merupakan negara berkembang yang mayoritas masyarakatnya adalah kalangan dengan ekonomi menengah ke bawah. Sehingga tak heran jika seandainya masalah keuangan juga kerap kali terjadi. Bagi masyarakat yang memiliki masalah finansial salah satu solusi yang dipilih adalah mengajukan pinjaman. Bank sendiri pada dasarnya menawarkan banyak jenis produk pinjaman atau pembiayaan, mulai diantaranya adalah KTA dan juga KMG. Sejalan dengan hal tersebut maka Anda juga dapat menggadaikan surat kendaraan, misalnya adalah BPKB mobil. Tempat gadai BPKB mobil ini juga banyak, baik itu bank ataupun pegadaian non bank.

Menggadaikan barang berharga ini sama dengan menggunakannya, dimana jika debitur tidak mampu melunasi hutang yang diberikan lembaga pembiayaan tersebut secara otomatis barang agunan akan disita. Jika hutang berhasil dilunasi maka barang agunan atau gadai tersebut dikembalikan kepada pemiliknya. Dengan banyaknya lembaga atau tempat gadai yang ada di Indonesia pastinya membuat Anda sendiri selaku debitur kebingungan dalam menjatuhkan pilihan bukan.

Lalu apakah lebih baik gadai BPKB mobil ke pegadaian atau mengambil produk pinjaman atau Kredit Multiguna lewat bank? Berikut ini diantaranya hal-hal yang harus Anda pertimbangkan, yaitu:

1. Syarat, mengenai persyaratan sendiri bank terbilang lebih ruwet, ada banyak sekali hal-hal yang harus Anda penuhi jika ingin ambil pinjaman lewat bank. Namun sebaliknya jika Anda ingin mengambil pinjaman atau gadai BPKB ke pegadaian maka syarat yang diberikan lebih mudah. Asalkan ada barang gadainya lengkap mulai dari surat sampai dengan kendaraannya. Maka kemungkinan apply Anda juga akan langsung diterima.

2. Suku bunga, bunga menjadi hal wajib yang nyatanya harus dibayarkan ketika mendapatkan uang pinjaman tersebut. Antara bank dengan pegadaian sendiri menerapkan suku bunga yang berbeda-beda. Umumnya bank memberikan bunga yang relatif kecil, namun tergantung dari jenis bank tersebut. Beberapa bank swasta ada yang menerapkan suku bunga tinggi. pegadaian memberikan suku bunga normal, yaitu sekitar 1,150 per 15 hari, nominal ini terbilang ringan dan tidak memberatkan debitur.

3. Tenor, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan tenor atau jangka waktu pelunasan hutang tersebut. Semakin panjang tenornya, membuat nilai cicilan semakin ringan. Namun faktanya pegadaian sendiri memberikan tenor pinjaman dalam hitungan hari, umumnya mulai dari 15 hari sampai dengan 45 hari. Berbeda dengan bank, bank memberikan tenor pinjaman sampai bertahun-tahun. Sehingga memungkinkan debitur bisa melunasi pinjaman tersebut lebih ringan.

4. Plafon pinjaman, sebenarnya baik itu bank atau lembaga keuangan bank keduanya sama-sama memberikan plafon pinjaman yang cukup besar menyesuaikan dengan tafsiran harga BPKB kendaraan tersebut. Semakin mahal harganya semakin besar plafon pinjaman yang diberikan. Namun bank sendiri tergolong memberikan plafon pinjaman yang cukup tinggi dibandingkan dengan lembaga pegadaian. Dengan pertimbangan tenor yang diberikan untuk melunasi pinjaman tersebut juga panjang sampai bertahun-tahun, tidak seperti pegadaian yang tenornya pendek. Sehingga debitur juga tidak akan kelabakan di dalam melunasi hutang tersebut.

Itulah setidaknya beberapa hal yang patut untuk Anda bandingkan sebelum memilih tempat gadai BPKB mobil. Pada dasarnya gadai ini hanya salah satu alternatif untuk mendapatkan pinjaman dengan cepat. Jika seandainya bisa meminjam uang kepada keluarga ataupun teman, maka utamakan meminjam uang kepada mereka. karena tidak perlu menyertakan adanya bunga di dalam mengembalikan hutangnya. Sehingga terasa jauh lebih ringan.

0 komentar:

Posting Komentar