Minggu, 17 Mei 2020

Engkong Suem, Menjual Martabak Demi Bertahan Hidup


Martabak menjadi salah satu cemilan yang banyak disukai orang-orang Indonesia. Topingnya yang bervariasi membuat rasa martabak semakin lezat, seperti stroberi, keju, coklat, vanilla, nanas, durian, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga martabak telur bagi para penyuka rasa asin. Untuk itu, tidak sedikit yang menjadikan makanan ini sebagai cemilan dalam situasi apapun.

Bagi warga Cipinang, tidak sulit untuk menemukan makanan yang satu ini. Kita cukup mengunjungi gerobak kayu Engkong Suem yang ada di Jalan Cipinang Muara Raya, Jakarta Timur. Ia menyediakan martabak telur yang begitu lezat. Oleh karena itu, tidak jarang gerobak Engkong Suem dipadati oleh antrian pembeli. Engkong Suem tentu saja sangat bersyukur atas apa yang ia peroleh.

Sosok Engkong Suem

Sebagian orang merasa prihatin dengan kondisi Engkong Suem. Pasalnya, di usianya yang menginjak 75 tahun ia masih saja banting tulang untuk menghidupi keluarganya. Ia tinggal di Jl. Cipinang Muara 3, Jakarta Timur bersama istrinya yang bernama Nek Wasti. Engkong Suem dikarunia dua orang anak. Namun, satu diantaranya sudah meninggal dunia. Meskipun demikian, rasa sedih Engkong Suem bisa terobati dengan tujuh cucunya. 

Di usianya yang sudah sepuh, tangan Engkong Suem masih lihai dalam membuat martabak telur. Setiap harinya, ada saja yang memesan martabak telur spesial buatan Mbah. Namun, para pembeli harus memesan dengan suara yang lebih keras dikarenakan pendengaran Engkong Suem sudah menurun. Jika kita berbicara terlalu pelan, bisa jadi pesanan kita tidak sesuai dengan yang diinginkan. Namun, pembeli haruslah memaklumi kondisi Mbah yang sudah sepuh tersebut.

Engkong Suem menjual martabak tidak dalam jumlah yang banyak. Setiap harinya, ia hanya membawa satu sampai dua kg telur saja. Jika semuanya habis terjual, Engkong Suem bisa mendapatkan hasil 150 ribu rupiah setiap harinya. Ia tentu saja mensyukuri rezeki yang didapat. Usaha yang dilakukannya mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore tentu saja tidak sia-sia. Uang yang didapat digunakan untuk menghidupi istri serta anak dan cucunya.

Kebaikan untuk Engkong Suem

Engkong Suem sampai detik ini masih dianugerahi semangat yang luar biasa untuk mencari nafkah. Untuk mencapai tempat jualannya, ia harus menempuh jarak 3 km dari rumahnya. Ini tentu saja menjadi inspirasi yang luar biasa untuk anak muda untuk terus berjuang tanpa mengeluh. Selain itu, kita juga bisa mencontoh kebaikan Engkong Suem terhadap keluarganya.

Untuk #AwaliDenganKebaikan, kita bisa menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus. Dengan memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan yang maksimal, ringan, adil, dan fleksibel, kita bisa memberikan jaminan terbaik untuk orang-orang terkasih di sekitar kita. Mereka tidak perlu khawatir lagi dengan biaya rumah sakit, penyakit kritis, pengobatan, dan masih banyak lagi.

Asuransi Syariah Indonesia Allianz juga menawarkan fitur wakaf yang bisa membantu kita untuk senantiasa berbagai kebaikan. Kita bisa memberikan sebagian dari dana musibah untuk disalurkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Dengan demikian, kebaikan yang kita lakukan bisa dirasakan oleh orang banyak. 

Kebaikan, ketabahan, dan kerja keras Engkong Suem sangat menginspirasi kita semua. Oleh karena itu, mulailah lakukan kebaikan sekecil apa pun. Dengan menebarkan kebaikan kepada sesama, sosok seperti Engkong Suem bisa mendapatkan manfaat kebaikan berlimpah seperti paket umroh gratis dari Allianz. Untuk itu, jangan tunda untuk melakukan hal-hal baik, ya!

0 komentar:

Posting Komentar