Senin, 23 September 2019

Risiko yang Pasti Dihadapi Pebisnis dan Solusinya


Memiliki bisnis yang sukses dan berjalan lancar adalah impian semua pelaku usaha. Namun pada praktiknya tentu apa yang dilakukan para pebisnis hingga memiliki bisnis yang sukses adalah tidak mudah. Banyak tantangan dan risiko yang harus dihadapi dengan penuh strategi. 

Risiko bisnis adalah sebuah akibat yang bisa saja terjadi pada bisnis yang sedang berlangsung maupun di masa datang. Risiko mengandung ketidakpastian dan akan berdampak kerugian, baik besar maupun kecil. Risiko bisnis biasanya muncul karena faktor eksternal dan internal termasuk dari pelaku bisnis tersebut karena kegiatan operasional dan keputusan yang diambil dalam menjalankan bisnis. 

Oleh karena itu, bagi pebisnis pemula tentunya perlu mengetahui apa saja risiko yang seringkali dihadapi untuk bisa mempersiapkan sedari dini. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kompetitor

Persaingan adalah hal yang lazim ditemukan, bahkan dalam berbagai situasi. Pebisnis yang baru memulai usaha harus mengetahui siapa kompetitor yang akan dihadapi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pasar. Tidak hanya itu, bahkan bisnis yang sudah berjalan sukses pun juga harus waspada terhadap kehadiran kompetitor baru. Bisa jadi pemain baru malah membawa sebuah inovasi yang ternyata bisa mengambil target pasar yang sudah terbentuk.

2. Kondisi pasar

Kondisi ekonomi sangatlah memengaruhi kegiatan bisnis dan perkembangannya. Jika kondisi ekonomi negara stabil, maka pebisnis bisa leluasa menentukan strategi bisnis dan pemasarannya. Namun jika sebaliknya, sudah pasti banyak risiko yang harus dikelola dengan baik. 

3. Peraturan 

Risiko yang dapat timbul akibat peraturan atau regulasi baru maupun ketidakpatuhan perusahaan terhadap peraturan atau regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik negara atau tingkat wilayah secara tertulis. Peraturan juga dapat berupa “tidak tertulis” yang biasanya sudah atau menjadi budaya wilayah setempat. Dengan tidak mematuhi peraturan tersebut, maka akan timbul risiko terhadap kegiatan bisnis yang akan dan atau sedang berjalan.

4. Keuangan atau finansial

Risiko yang dapat timbul akibat tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran  keuangan perusahaan. Mulai dari biaya operasional dan biaya produksi yang mungkin lebih besar dari jumlah keuntungan yang didapat, jadwal pembayaran klien dengan jangka panjang, hingga hutang yang harus dibayarkan, serta beban keuangan perusahaan lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menelaah daftar biaya produksi dan operasional dari item yang tidak perlu, dan menentukan jadwal penerimaan pembayaran dan biaya pengeluaran dengan seimbang juga bisa dilakukan. 

5. Reputasi

Reputasi yang baik dari perusahaan akan memberikan perkembangan bisnis, memudahkan kerjasama dengan berbagai pihak, dan dapat menambah jumlah pelanggan. Selain itu, nama baik perusahaan akan menandakan kredibilitas dan tingkat kepercayaan klien. Menjaga nama baik perusahaan bisa dengan memberikan dan menjaga mutu produk atau jasa dan layanan ke konsumen.

6. Bangkrut

Bila pengusaha tidak pandai mengelola potensi kerugian yang mungkin akan terjadi, maka bisa dipastikan bisnis yang dijalankan akan mengarah kepada kebangkrutan. Bukan hanya kerugian besar saja yang perlu ditangani dengan baik, kerugian kecil yang berulang pun perlu mendapat penanganan yang baik. Tidak hanya itu, penentuan target pasar yang salah pun menjadi salah satu faktor utama sebuah usaha mengalami kebangkrutan.

Salah satu cara meminimalisir risiko bisnis dari kerugian finansial adalah dengan mengasuransikan aset perusahaan. Sebelum menentukan jenis asuransi bisnis, perlu dipahami bahwa menganalisa, mengidentifikasi dan cara menanggulangi risiko bisnis akan berbeda-beda tergantung pada industri dan model bisnis perusahaan. Bekerjasama dengan broker asuransi dapat dilakukan, misalnya Marsh Indonesia.

Eksistensi dan pengalaman Marsh dalam menangani berbagai masalah dari klien di berbagai industri terbukti dengan predikat yang disandang sebagai broker asuransi terbaik selama lima tahun berturut-turut. 

0 komentar:

Posting Komentar