Kamis, 11 Juli 2019

Jemi Ngadiono, Anak Petani Penggagas Gerakan 1000 Guru


Perjuangan yang gigih memang tidak mengenal batasan. Hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Jemi Ngadiono. Namanya populer sejak Komunitas 1000 Guru yang dirintisnya berhasil memberi manfaat di berbagai pelosok tanah air. Idenya yang kreatif mengajak para pihak yang peduli pendidikan untuk bergabung menjadi tenaga pengajar.

Sosok Jemi yang Mandiri
Pernahkah Anda mendengar Komunitas 1000 Guru? Jemi Ngadiono adalah pendiri komunitas peduli pendidikan anak tersebut. Siapakah beliau? Sosok yang menginspirasi ini pantas menjadi teladan bagi para pemuda Indonesia. Bagaimana tidak, sosoknya dikenal mandiri. Sebagai anak petani yang perekonomiannya pas-pasan membuatnya sadar akan perjuangan untuk sukses.

Sejak kecil, dirinya dituntut hidup mandiri oleh keadaan. Saat menempuh bangku sekolah atas dan perguruan tinggi, Jemi pun berjuang menyelesaikan studinya. Dirinya berjuang mendapatkan biaya kuliah sendiri dengan cara bekerja serabutan. Alhasil, beliau bisa lulus dan akhirnya menjadi social entrepreneur. Semua itu berkat kemandirian dan kegigihannya meraih cita.

Kilas Balik Pendirian Komunitas 1000 Guru
Ternyata, perjuangannya tidak berhenti untuk mencerdaskan diri sendiri. Terbukti, Jemi mengusahakan pendidikan di pedalaman. Bersama teman-temannya, Jemi menjadi tenaga pengajar di pelosok negeri. Perjuangannya ini dimulai ketika beliau bekerja sebagai editor kamera dan diminta untuk tugas berkeliling daerah untuk mendokumentasikan daerah pedalaman.

Karenanya, semua kondisi nyata di pedalaman sudah diketahuinya secara langsung. Keterbatasan di daerah pedalaman menyadarkannya betapa pendidikan masih tertinggal. Oleh karena itu, muncullah ide untuk mengoptimalkan pendidikan di pedalaman. Jemi bersama teman-temannya menjadi tenaga pengajar di setiap daerah pelosok yang disinggahinya.

Seiring berjalannya waktu, pria kelahiran Lampung, 11 Mei 1984 ini mampu mendirikan komunitas pengajar yang dinamakan Komunitas 1000 Guru. Nama ini dipilih dengan harapan nantinya akan lebih banyak lagi tenaga pengajar yang peduli memajukan pendidikan di pedalaman dengan sukarela. Kini, komunitas tersebut sudah membuka cabangnya di mana-mana.

Tenaga pengajar yang tergabung di Komunitas 1000 Guru merupakan relawan yang tergerak hatinya sebagai pemerhati pendidikan secara sukarela. Jemi tidak mensyaratkan profesi relawan harus seorang guru. Karenanya, relawan yang tergabung memang berasal dari banyak pihak. Profesinya beraneka ragam, mulai dari guru, dokter, perawat, sampai mahasiswa.

Sistem Gerakan 1000 Guru
Gerakan 1000 Guru ini menjadi perhatian banyak pihak setelah mulai berkembang pesat. Sistem pengajaran yang dilakukan oleh komunitas ini adalah travelling and teaching yang disingkat menjadi TnT. Merupakan suatu kebanggaan bagi Jemi dan para pengajar lainnya setelah memberikan pengajaran di area pedalaman.

Sistem menjelajah pelosok negeri sambil mengajar tersebut sangat cocok diterapkan sebagai sebuah pengabdian di sana. Kini, cabang komunitas tersebut memberikan pembelajaran anak. Meskipun tidak mengajar setiap hari, namun pembelajaran berlangsung efektif.

Dalam perekrutan anggota, Jemi merekrut relawan pengajar yang benar-benar secara sukarela peduli dan membantu memajukan pendidikan di daerah pelosok. Setelah diterima, semua tenaga pengajar mengadakan TnT ke berbagai desa terpencil. Dalam pelaksanaan TnT ini, dana juga dibutuhkan. Terdapat beberapa donasi dan akan lebih mencukupi jika menerima asuransi wakaf.

Program beasiswa untuk guru juga diadakan untuk memfasilitasi guru di pedalaman yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Kampanye moral yang bertajuk “Hormati Gurumu” juga diadakan sebagai pergerakan penanaman moral menghormati dan menghargai guru. Nilai sopan santun diserukan di sini.

Perjuangan Jemi bersama teman-temannya sudah seharusnya menyadarkan setiap orang bahwa pendidikan itu penting. Bantuan terhadap pendidikan anak sangat diperlukan agar menghapus garis kemiskinan. Karenanya, komunitas berhak mendapatkan dana asuransi wakaf Allianz. Wakaf uang ini dapat dikelola untuk mengembangkan komunitas demi memajukan pendidikan.

0 komentar:

Posting Komentar