Rabu, 21 Maret 2018

Anda bingung karena si kecil takut ke dokter gigi?


Sebagian anak kecil biasanya ketakutan dan bahkan histeris jika dibawa ke dokter gigi. Kalau sudah begitu, agenda memeriksakan gigi pun bisa terganggu.

Jika orangtua ingin kunjungan Si Kecil ke dokter gigi lebih mudah dan tanpa pemaksaan sana-sini, ada sejumlah trik yang bisa dilakukan. Berikut tipsnya agar anak lebih berani ke dokter gigi:

1. Mulai sejak dini


Salah satu cara terbaik untuk mengatasi ketakutan anak adalah dengan membawa anak ke dokter gigi sejak dini. Bahkan disarankan saat gigi pertama anak tumbuh atau ketika anak berusia 1 tahun. Dengan memulai pengenalan ke dokter gigi sedini mungkin, selain membuat giginya sehat juga membentuk kebiasaan dan kenyamanan anak saat ke dokter gigi.

2. Gunakan kata-kata yang positif


Sebisa mungkin hindari kata-kata yang membuat anak takut, seperti suntik, sakit, dan sebagainya. Sebaliknya, katakan kepada anak bahwa dokter gigi akan membuat giginya bersih, sehat, dan kuat. Penggunaan kata-kata yang positif seperti sehat dan kuat akan membuat kunjungan ke dokter gigi terdengar fun dan menyenangkan ketimbang menyeramkan.

Jangan pula mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, karena jika ternyata anak membutuhkan perawatan khusus, bisa dipastikan ia akan hilang kepercayaan dengan dokter gigi maupun Anda.

3. Berikan dukungan penuh


Tidak dimungkiri bahwa anak yang bandel atau berani sekalipun pasti merasa gugup atau waswas ketika diajak ke dokter gigi. Apalagi ketika dokter gigi mulai melakukan pemeriksaan gigi. Karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan dukungan penuh kepada anak, dengan berada di satu ruangan yang sama saat perawatan.

4. Jadwalkan waktu khusus


Bagi para orang tua yang bekerja, penting sekali agar Anda mengosongkan waktu yang lebih longgar untuk mengantar anak ke dokter gigi. Jika Anda terburu-buru dan hanya memberi waktu yang terbatas, maka tidak diragukan anak pun akan mengalami kepanikan dan menjadi lebih tegang. Oleh karena itu, rencanakan kunjungan ke dokter gigi jauh-jauh hari, dan pastikan Anda memiliki waktu yang cukup santai untuk menemani anak Anda.

5. Latihan dulu ke dokter gigi


Sebelum pergi ke dokter gigi untuk pertama kali, Anda bisa berlatih dulu dengan anak. Anda dapat berpura-pura menjadi dokter gigi, sementara anak sebagai pasien. Hindari menirukan suara mengebor yang membuat anak cemas dan takut. Kuncinya adalah membuat anak familiar dulu dengan prosedur dokter gigi sehingga ia akan merasa nyaman dengan kunjungan pertamanya.

6. Jelaskan tentang pentingnya kesehatan gigi


Ajarkan kepada anak bahwa memeriksakan gigi ke dokter gigi adalah kewajiban. Jelaskan juga mengenai pentingnya kesehatan gigi, mengapa anak perlu mengonsumsi makanan sehat, dan fungsi dokter gigi untuk kesehatan gigi. Dengan demikian, anak akan lebih antusias dengan kunjungan ke dokter gigi berikutnya.

Pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk diajarkan secara dini kepada anak. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi anak maupun orang tua. Selain itu, dengan menerapkan enam tips di atas, Anda pun tak perlu kewalahan lagi saat mengajak anak ke dokter gigi. Semoga bermanfaat!

Rabu, 07 Maret 2018

Mengenal Masjid Patimburak, Masjid Tua di Papua Berumur 1 Abad Lebih


Tak hanya memiliki alamnya yang indah, namun Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat juga memiliki masjid yang tak kalah indah. Bernama Masjid Tua Patimburak, yang memiliki rekam sejarah di baliknya. Yang menurut perkiraan masjid ini telah berdiri sejak tahun 1870.

Tentu saja melihat hal itu, kini umur Masjid Tua Patimburak sekitar 148 tahun. Meski begitu, bangunnya masih berdiri dan masih digunakan hingga kini.

Masjid yang awalnya bernama Masjid Al Yasin ini didirikan oleh seorang imam dari Kesultanan Ternate bernama Abuhari Kilian. Mempunyai desain yang unik karena adanya perpaduan antara Eropa dam Indonesia.

Ya, bisa dibilang begitu karena jika dilihat dari kejauhan Masjid Tua Patimburak terlihat seperti sebuah gereja. Masuk ke dalam masjid, kalian akan menemukan empat pilar penyangga yang seperti desain bangungan Jawa. Juga interior sekitar, terlihat seperti bangunan di Pulau Jawa.

Dengan umurnya yang sudah lebih dari satu abad ini Masjid Tua Patimburak sudah beberapa kali mengalami renovasi. Namun renovasi dilakukan tidak mengubah keaslian dari masjid tersebut.

Banyak yang menyangka jika Masjid Tua Patimburak merupakan masjid pertama yang berada di Papua. Namun sepertinya anggapan tersebut salah. Belum ada literatur mengenai fakta tersebut.

Berdasarkan catatan Tim Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala dalam buku €Masjid Kuno Indonesia€, sudah ada dua langgar (tempat ibadah yang lebih kecil dari masjid) yang dibangun namun kemudian tidak berdiri lagi di sana.

Menurut imam Masjid Tua Patimburak ini mengatakan jika penyebaran Islam di Kokas ini tak terlepas dari Kerajaan Tidore yang kekuasaannya sampai ke Papua sekitar abad ke-15. Meski belum ada literatur yang melukiskan asal-usul kehadiran kaum muslim di Fakfak, tetapi kenyataannya 60 persen warga Fakfak dan sekitarnya menganut agama Islam.

Hal ini menunjukkan jika Fakfak merupakan kabupaten yang memeluk agama Islam terbear di Papua Barat. Dan Masjid Tua Patimburak merupakan salah satu saksi sejarah.

Jika kalian berkunjung ke Raja Ampat, cobalah mampir ke Masjid Tua Patimburak. Kalian akan melihat keindahan masjid di Papua tersebut. Tak susah untuk datang kesini.

Dari Fakfak lakukan perjalanan darat ke Kokas. Dalam perjalanan kalian akan temui jalanan berkelok dengan segarnya udara pegunungan sekitar 2 jam perjalanan. Dari Kokas lanjut ke Kampung Patimburak dengan menggunakan longboat sekitar 1 jam.

Selasa, 06 Maret 2018

Proyek drone internet Facebook dihentikan


Masih ingat rencana Facebook dengan drone Aquila? Ternyata rencana tersebut baru saja diumumkan untuk dihentikan. Terutama menutup fasilitas yang relevan dengan proyek tersebut di Kota Bridgwater, Inggris. Hal tersebut seperti yang dilaporkan oleh The Verge dan CNBC.

Sekadar diketahui, Facebook memiliki cita-cita besar dengan drone buatannya itu. Dimulai dari tahun 2014 sebagai bagian dari inisiatif internet.org, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu berharap nantinya drone tersebut mampu menjangkau daerah-daerah yang belum terjangkau internet. Inisiatifnya itu seperti apa yang dilakukan oleh Alphabet perusahaan induk Google yang menggunakan balon.

"Pesawat tanpa awak ini akan membantu menghubungkan seluruh dunia karena mereka dapat melayani 10 persen populasi dunia yang hidup di komunitas terpencil tanpa infrastruktur internet," tulis CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam postingannya di Facebook pada tahun 2015 lalu.

Pernyataannya itu terlontar ketika perusahaan telah berhasil melakukan uji coba penerbangan pertamanya dari pesawat tanpa awak itu di Inggris. Kemudian, uji penerbangan lainnya pun mengikuti.

Sementara itu, seiring berjalannya waktu, Facebook akhirnya memutuskan untuk memberhentikan proyek ini. Keputusan ini juga tak bisa dilepaskan karena banyaknya investasi yang harus dikeluarkan.

Sehingga kata Direktur Teknik Facebook, Yael Maguire, lebih baik pihaknya saat ini fokus untuk mengembangkan aplikasi dan bekerja sama aktif dengan perusahaan-perusahaan dirgantara. Khususnya untuk menyediakan sistem pemancar internet dari ketinggian.

"Ketika kami mengembangkan program ini, perusahaan-perusahaan ternama di bidang dirgantara juga ikut mulai mengembangkan teknologi," ujar Maguire.

Persoalan lain juga, kala drone Aquila salah memperhitungkan angin selama prosedur pendaratan otomatis sejak 2016 sampai dengan Juni 2017. Aquila juga menghadapi tantangan pada landasan pacu.

Kamis, 01 Maret 2018

Facebook siapkan fitur pengingat waktu


Facebook sedang menyiapkan sebuah fitur baru bernama Your Time on Facebook. Maksud dari fitur ini adalah untuk bisa mengetahui seberapa lama pengguna telah menghabiskan waktu di media sosial besutan Mark Zuckerberg.

Dilansir Phone Arena via Liputan6.com, Your Time on Facebook akan menunjukkan statistik kepada para pengguna, seperti tentang waktu yang dihabiskan mengakses Facebook setiap hari, serta rata-rata waktu per hari dan pekan.

Lebih lanjut, firur baru itu juga akan bisa membuat pengguna mengatur pengingat harian untuk memberitahu mereka jika sudah terlalu lama menggunakan Facebook.

Selain itu, pengguna nantinya juga akan lebih mudah mengatur notifikasi.

Sejauh ini pihak Facebook belum mengungkapkan perkiraan waktu peluncuran Your Time on Facebook. Biasanya, perusahaan akan melakukan proses pengujian terlebih dahulu ke sejumlah pengguna atau negara, sebelum merilis fitur baru untuk publik.

Sama seperti fitur-fiturnya terdahulu, Your Time on Facebook diyakini akan dirilis untuk pengguna perangkat iOS dan Android. Namun, mengingat belum ada informasi waktu peluncuran, pengguna harus bersabar sampai Facebook merilisnya.